GRASSROOT U12

Mengenal Sepak Bola Grassroot

Grassroot Football atau Sepak Bola Akar Rumput adalah salah satu program Federation Internationale de Football Association (FIFA) yang bertujuan melibatkan lebih banyak pihak dan individu dalam kegiatan sepak bola sekaligus merealisasikan salah satu misi dari lembaga tersebut yaitu ”Mengembangkan Permainan (Sepak Bola)”. Program yang dimulai sejak tahun 2009 ini lebih fokus pada kegiatan sepak bola usia di bawah 12 tahun.

Hal ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh FIFA bahwa usia 12 tahun adalah pintu gerbang untuk seseorang melangkah ke tahap spesialisasi cabang olahraga maupun posisi yang tentunya dengan bekal dari keterampilan dasar yang sudah mumpuni. Dipertegas lagi dari salah satu hasil penelitian, diperoleh data banyaknya atlet-atlet yang berpotensi hilang atau pindah ke cabang olahraga lain disebabkan tekanan dan tuntutan yang berat selama atlet tersebut mengikuti kegiatan sepak bola.

Sepak Bola Grassroot sudah menyebar dan menjadi kegiatan rutin di beberapa negara, sedangkan di Indonesia masih dalam tahap pemassalan dan sosialisasi oleh beberapa instruktur yang mendapat pelatihan langsungdari FIFA. Pengembangan Sepak Bola Grassroot di Indonesia banyak mendapatkan tantangan khususnya berkaitan dengan paradigma masyarakat tentang sepak bola usia 12 tahun ke bawah yang memang sesuai dengan hasil salah satu penelitian yang dilakukan oleh FIFA.

Untuk itulah dirasakan penting bila pengembangan dari Sepak Bola Grassroot ini harus juga melibatkan pihak Pemerintah baik dari Pusat hingga ke tingkat Desa atau Kampung. Sesuai dengan salah satu pokok bahasan dalam pengembangan Sepak Bola Grassrott pada buku manual bahwa Sepak Bola Grassroot memberikan akses seluas-luasnya keterlibatan semua pihak untuk aktif terlibat dan berperan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Keterlibatan tersebut juga akan mampu mempengaruhi proses pembinaan jangka panjang yang berkesinambungan sekaligus sebagai salah satu solusi dari permasalahan prestasi sepak bola Indonesia.

Sepak Bola Grassroot juga memperkenalkan kepada masyarakat bahwa konsep berlatih atau belajar dan evaluasi sepak bola yang dilakukan berbasiskan bermain dan gembira serta berorientasi pada pemain. Tidak menuntut taktik dan strategi bermain namun lebih kepada bagaimana atlet/anak bermain dengan gembira. Hasil pertandingan bukan target dari kegiatan tapi lebih kepada perkembangan nilai-nilai kemanusiaan dan sosial yang lebih diperhatikan dan menjadi acuan keberhasilan program ini.

Dalam pelaksanaan kegiatan selama berlangsung proses pelatihan para atlet akan didampingi oleh Coach Educator. Coach Educator akan berperan sebagai fasilitator yang harus memiliki konsep tentang sepak bola, perkembangan psikologi anak, pengetahuan tentang pengaturan kegiatan belajar/berlatih serta evaluasi dari rangkaian kegiatan yang dilakukan. Coach Educator tidak lakukan intervensi langsung untuk pengembangan nilai-nilai Sepak Bola Grassroot namun lebih kepada memberikan motivasi dan dorongan untuk anak berani ambil peran dan kesempatan dalam permainan dan kegiatan Sepak Bola Grassroot (Turnamen dan Festival).

Demikian sekilas tentang Sepak Bola Grassroot yang diharapkan dapat berkembang dan berdampak secara menyeluruh bagi pembinaan sepak bola Indonesia secara berkesinambungan, dan yang lebih utama adalah perkembangan dari karakter anak-anak yang tertempa melalui kegiatan ini.(*)