Kemenpora Gelar Workshop LSP Piala Menpora U-14 dan U-16

25 / 04 / 2017 Kategori: , ,
LSP – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar workshop pelaksanaan Liga Sepakbola Pelajar (LSP) Piala Menpora U-14 dan U-16 di Hotel Grand Tropic Jakarta. Workshop yang diikuti 68 koordinator wilayah (korwil) itu berlangsung sejak 20-22 April 2017.
Ketua Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiPSI) Subagja Suihan mengatakan agenda pertama dalam workshop untuk hari pertama adalah intermezo dan temu kangen antar korwil dan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta. Isnanta sendiri juga yang membuka workshop tersebut.
Workshop tahun ini ada yang berbeda di mana U-14 dan U-16 menjadi satu tempat,” ujarnya, Jumat (20/4/2017).  Agenda selanjutnya untuk 21-22 April, kata dia, baik U-14 dan U-16 membahas perihal regulasi, teknis kepanitian, teknis perangkat, pertandingan, dan teknis yang sekiranya memperlancar ajang Lisa Sepakbola Pelajar (LSP) Piala Menpora itu sendiri.
Senada dengan Subagja, panitia pelaksana nasional U-14 M. Jaelani mengatakan ada kesepakatan dengan panitia nasional U-16  agar workshop ini digelar bersamaan. Tujuannya agar pelaksanaan di setiap wilayah bisa dilakukan bersama.
“Kita berharap setelah workshop seri kabupaten/kota sudah bisa dihelat di masing-masing wilayah,” tuturnya.
Semantara itu, penitia pelaksana U-16 dari Kemenpora RI Ari Moelyadi berharap pelaksanaan event sepak bola ini bisa lebih maju dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Khususnya U-16, sudah tidak ada masalah, karena koordinasi bersama korwil dan panitia nasional berjalan lancar,” ucapnya.
Deputi Bidang Pembudayaan dan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta pun memberikan sambutan sekaligus membuka workshop LSP Piala Menpora. Dalam sambutannya, Isnanta berharap dua ajang ini bisa terus maju dan berkembang. Sebab, ajang tersebut bukan hanya berbicara soal sepakbola melainkan ada pesan komunikasi sosial, pesan pendidikan akhlak, dan pembentukan karakter anak.
“Sepakbola adalah alat pemersatu bangsa, tanpa sekat dan perbedaan. Karena itu, sepakbola harus mengajarkan kejujuran pada anak-anak, misalnya soal tipu umur dan tidak cepat emosional,” ujarnya.
Ayo Olaharaga!