Profil Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Sejarahnya

Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI merupakan wadah dari perkumpulan perguruan atau organisasi pencak silat di Indonesia.

Organisasi ini berdiri dengan maksud untuk mengkoordinasikan dan membina kegiatan pencak silat tanah air.

Berikut sejarah dan profil lengkap dari IPSI.

Sejarah Lahirnya Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI)

Pencak silat yang ada sejak abad ke 7 di nusantara sudah menjadi aset kebudayaan bangsa Indonesia.

Seni bela diri pencak silat terdiri dari beragam perguruan atau organisasi dengan ciri gerak yang berbeda-beda.

Perhimpoenan Pentjak Silat Indonesia

Seiring berjalannya waktu, para pesilat tanah air mulai berupaya menyatukan pencak silat di Indonesia.

Hal tersebut mulai terlihat di tahun 1922 di masa penjajahan Belanda, terdapat perkumpulan bernama Perhimpoenan Pentjak Silat Indonesia.

Perkumpulan tersebut bertujuan untuk menggabungkan aliran silat Jawa Barat yang sudah tersebar di seluruh tanah air.

Gaboengan Pentjak Mataram (Gaperma)

Lalu pada masa penjajahan Jepang tahun 1943, beberapa perguruan pencak silat seperti :

  • Pencak Setia Hati 
  • Perguruan Pencak Persatuan Hati
  • Pencak Rukun Kasarasaning Badan
  • Perguruan Pencak Tunggal Hati
  • Pencak Tejokusuman

Mendirikan organisasi bernama Gaboengan Pentjak Mataram (Gaperma) untuk menyatukan pencak silat yang ada di Kesultanan Yogyakarta.

Organisasi tersebut dipimpin oleh K.P.H. Nototaruno dan Ir. H. Soekarno yang berkedudukan sebagai pelindung.

Gapensi (Gabungan Pentjak Seluruh Indonesia)

Lalu beberapa tahun setelah kemerdekaan tepatnya di 1947, Mohamad Djoemali dari Pencak Setia Hati membentuk organisasi bernama Gapensi (Gabungan Pentjak Seluruh Indonesia) di Yogyakarta.

Gapensi berdiri dengan maksud mempersatukan semua aliran pencak silat di Indonesia. 

Dari beberapa diatas bisa disimpulkan jika berbagai upaya berskala nasional tersebut sebenarnya memiliki keanggotaan yang masih bersifat lokal.

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)

Oleh karena itu, pada 2 Juni 1948 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melakukan konferensi di Solo untuk membentuk organisasi bernama Persatuan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Tepatnya pada 18 Mei 1948 di Surakarta, IPSI secara resmi didirikan sebagai organisasi persatuan Pencak Silat di Indonesia.

Baca Juga :

Profil Ikatan Pencak Silat Bunga Islam (IPS BI) Dan Sejarahnya

IPSI pada saat itu diketuai oleh K.R.M.T. dan sifatnya masih bernaung dibawah Kementrian Negara Urusan Pemuda.

Berikut kami rangkum beberapa tokoh yang berperan penting dalam mendirikan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI).

  • Mr. K.R.M.T. Wongsonegoro 
  • Soeratno Sastroamidjojo
  • R. Marijoen Soedirohadiprodjo
  • Dr. Sahar 
  • Soeria Atmadja
  • Soerjohadikoesoemo
  • Rachmad Soereonegoro
  • Moenadji
  • Roeslan
  • Roesdi Imam Soedjono
  • S. Prodjosoemitro
  • Mohamad Djoemali
  • Margono
  • Soemali Prawiro Soerdirdjo
  • Karnandi
  • Ali Marsaban

10 Perguruan Historis dan Keanggotaan IPSI

Perlu diketahui, jika para tokoh pendiri IPSI merupakan anggota dan pimpinan dari berbagai perguruan silat di Indonesia.

Selanjutynya muncullah istilah Sepuluh Perguruan Historis Pendiri IPSI, dimana kesepuluh perguruan tersebut memiliki andil besar dalam terbentuknya IPSI.

Berikut daftar Sepuluh Perguruan Historis Pendiri IPSI.

  1. Persaudaraan Setia Hati 
  2. Persaudaraan Setia Hati Terate
  3. Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri
  4. Perguruan Silat Nasional Perisai Putih
  5. Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah
  6. Phashadja Mataram
  7. Perguruan Pencak Indonesia Harimurti
  8. Persatuan Pencak Silat Indonesia
  9. Persatuan Pencak Silat Putra Betawi
  10. Perguruan Silat Keluarga Pencak Silat Nusantara (KPS Nusantara)

Bukan hanya itu, daftar perguruan di atas juga disebut sebagai anggota khusus IPSI, adapun perguruan yang termasuk sebagai anggota biasa IPSI antara lain :

  1. Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih
  2. Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa
  3. Perguruan Pencak Silat Nasional Persinas ASAD
  4. Pencak Silat Tenaga Dasar Indonesia
  5. Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia
  6. Lembaga Pengembangan Ilmu Terapi Tenaga Dalam Kalimasada.

Dari penjelasan di atas bisa diketahui jika anggota IPSI terdiri dari perguruan atau organisasi pencak silat. Selain itu, keanggotaan IPSI juga terdiri dari beberapa tingkatan.

Yaitu keanggotaan IPSI Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan.

Profil dan Struktur Organisasi IPSI

Berdasarkan AD/ART IPSI, bahwa IPSI berdiri dengan asas Pancasila dan UUD 1945. Dalam menjalankan fungsinya, IPSI menerapkan sifat kekeluargaan, persaudaraan, kebersamaan dan kesetiakawanan.

Tujuan dari IPSI yaitu untuk mempersatukan, membina persaudaraan dan kesetiakawanan antar organisasi dan perguruan Pencak Silat dalam rangka meningkatkan peran serta untuk membangun dan mengangkat harkat martabat bangsa.

Kantor pusat IPSI berada di Padepokan Nasional Pencak Silat Indonesia, Jalan Taman Mini Indonesia Indah I, Jakarta Timur, Indonesia.

Ketua Umum IPSI saat ini adalah Bapak Letjen TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto.

Kepengurusan IPSI Pusat atau PB IPSI dipilih oleh Ketua Umum dan formatur melalui musyawarah nasional.

Atribut IPSI terdiri dari lambang, bendera, Prasetya Pesilat Indonesia, Mars dan Hymne, salam, seragam dan kelengkapannya.

Makna Lambang Ikatan Pencak Silat Indonesia 

IPSI memiliki sebuah lambang atau logo yang cukup ikonik, lambang tersebut juga memiliki makna yang dalam.

Berikut makna yang terkandung pada lambang IPSI.

Warna Dasar Putih

Warna dasar putih dalam IPSI bermakna kesucian dalam amal perbuatan.

Garis Tepi Berwarna Merah

Bermakna seorang pendekar harus berani untuk memperjuangkan kebenaran.

Tulisan Berwarna Hijau

Hijau merupakan simbol dari ketenangan, sehingga seorang pesilat harus memiliki ketenangan dalam menghadapi berbagai hal guna mendapatkan kemantapan jiwa.

Warna Kuning Dalam Sayap Garuda

Warna kuning bermakna budi pekerti luhur dan kesejahteraan lahir batin.

Simbol Sayap Garuda

Bermakna kekuatan bangsa berdasarkan kemurnian, keluhuran dan dinamika. Bulu sayap yang berjumlah 18 helai difilosofikan ke tanggal berdirinya IPSI yaitu tanggal 18 Mei 1948.

Lalu 18 helai sayap terdiri dari angka 17 + 1 yang berarti IPSI memiliki semangat proklamasi kemerdekaan untuk membangun bangsa.

Ikatan Pita Merah Putih

Bermakna jika IPSI merupakan sebuah ikatan pemersatu berbagai aliran pencak silat di Indonesia.

5 Lingkaran yang Terikat

Untaian dari kelima lingkaran bermakna ikatan peri kemanusiaan dalam olahraga dengan asas kekeluargaan dan persaudaraan.

Simbol 2 Tangan dengan Latar Warna Hijau 

Bermakna IPSI dengan sepenuh hati bersedia membantu bansa daam bidang ketahanan nasional.

Artikel mengenai profil dan sejarah IPSI di atas kiranya bisa Anda pahami guna menambah khasanah keilmuan perkembangan pencak silat nasional dari dulu hingga sekarang.

Tinggalkan komentar