Profil Pencak Silat Pagar Nusa dan Sejarah Berdirinya

Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa merupakan satu-satunya perguruan pencak silat yang memiliki andil .

Perguruan ini berada dalam naungan organisasi islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU).

Berikut sejarah dan profil lengkap dari pencak silat Pagar Nusa.

Sejarah Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa

Pagar Nusa berdiri pada 3 Januari 1986 atau 22 Rabiul Akhir 1406 Hijriyah di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur.

Pada saat itu, Pagar Nusa memiliki ketua umum pertama yaitu KH. Abdulloh Maksum Jauhari yang terus menjabat hingga tahun 2003.

Latar belakang berdirinya perguruan Pagar Nusa yaitu untuk mewadahi para pesilat di lingkungan NU yang ternyata jumlahnya cukup banyak. 

Kemudian pada tanggal 27 September 1985, para ulama dan aktivis silat NU melakukan musyawarah di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Musyawarah tersebut bertujuan untuk membahas berdirinya sebuah organisasi sebagai wadah beladiri pencak silat di bawah lingkup NU.

1 tahun berikutnya, tepatnya di 3 Januari 1986, pencak silat Pagar Nusa pun berdiri. Namun peresmian perguruan ini baru bisa dilakukan pada tanggal 16 Juli 1986 oleh pengurus besar Nahdlatul Ulama.

Pencak Silat Pagar Nusa dan GASMI

Banyak persepsi yang kurang tepat antara PN dan GASMI, sebenarnya keduanya merupakan perguruan yang sama.

GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia) merupakan perguruan pencak silat asli daerah Jawa Timur yang sudah ada sejak tahun 70 an.

GASMI semakin terkenal berkat aksi-aksinya dalam memberantas oknum PKI pada masa itu.

Perguruan ini didirikan oleh K.H. Abdullah Maksum Jauhari (Gus Maksum) yang juga dikenal sebagai Ketua Umum pertama perguruan Pagar Nusa.

Sesuai dengan latar belakang berdirinya Pagar Nusa untuk mewadahi para aktivis silat NU, maka kedua perguruan ini sebenarnya sama.

Jadi secara tidak langsung GASMI merupakan perguruan yang menjadi cikal bakal dari berdirinya Pagar Nusa.

Tujuan Pencak Silat Pagar Nusa

Melalui situs resminya, Pagar Nusa memiliki tujuan perguruan sebagai berikut.

  1. Pembinaan, pengembangan, pelestarian dan pendayagunaan profesi seni, budaya, beladiri pencak silat, dan ketabiban dengan segala aspeknya dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang berbudi luhur dan Pancasilais.
  2. Memberlakukan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah wal Jamaah dengan menganut salah satu Mazhab di tengah-tengah kehidupan masyarakat sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Makna Logo atau Lambang Pagar Nusa

KH. Mujib Ridwan merupakan ulama yang berperan dalam menciptakan logo dari pencak silat Pagar Nusa.

Pada setiap simbol di logo Pagar Nusa, terdapat makna mendalam sesuai filosofi dan berhubungan dengan Nahdlatul Ulama.

Berikut penjelasan makna logo Pagar Nusa.

Dasar Warna Hijau dan Putih

Warna hijau bermakna sejuk, subur dan makmur, sehingga hijau disebut juga sebagai makna dari sesuatu yang membahagiakan. Lalu warna putih berarti suci yang menandakan sebuah kebaikan.

Kurva Segi Lima

Tepi logo yang berbentuk kurva segi lima diambil dari 5 rukun islam, selain itu angka 5 juga menggambarkan rasa cinta terhadap 5 sila yang ada di Pancasila.

Tiga Garis Tepi Berwarna Putih

3 garis tepi bermakna 3 perkara yang menjadi pedoman jalan hidup orang NU, yaitu Iman, Islam dan Ihsan. 

Selain itu, 3 garis tersebut juga melambangkan 3 tahapan perjalanan manusia yang meliputi alam kandungan, alam dunia dan akhirat.

Baca Juga :

12 Gambar Animasi Pencak Silat Gratis

9 Buah Bintang

Bintang berjumlah 9 berpola setengah melingkar merupakan gambaran dari Wali Songo yang juga berjumlah 9 orang.

Angka 9 juga dipilih karena posisinya sebagai angka tertinggi dalam urutan bilangan. Sedangkan simbol bintang sendiri memiliki makna kemuliaan.

Lambang Senjata Trisula

Trisula merupakan senjata tertua yang tersebar di seluruh nusantara, selain itu trisula yang juga ada pada logo IPSI memberi isyarat jika Pagar Nusa merupakan anggota dari organisasi perkumpulan silat tanah air tersebut.

Bola Dunia

Seperti yang kita ketahui, jika bola dunia adalah simboi dari Nahdlatul Ulama. Artinya Pagar Nusa disini merupakan anak organisasi dari NU yang selalu terikat dan berjalan beriringan.

Tulisan Arab Laa Ghaaliba Illa Billah

Lafadz ini memiliki arti “Tidak Ada yang Menang dan Mengalahkan Kecuali Pertolongan dai Allah SWT.”.

Makna tersebut merupakan salah satu kata mutiara yang diyakini para pendekar Pagar Nusa dalam menghadapi rintangan hidup.

 Tulisan Pencak Silat Nahdlatul Ulama PAGAR NUSA

Tulisan dengan font besar pada logo tersebut berfungsi untuk menunjukkan identitas nama lengkap dari perguruan Pagar Nusa.

Tingkatan Sabuk Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa

Untuk menjadi anggota tetap di Pagar Nusa, para santri (sebutan untuk siswa PN) harus melewati 6 tahapan sabuk.

Pada dasarnya, semua tingkatan memiliki sabuk berwarna hijau, yang membedakan setiap tingkatan berada pada warna badge atau lencana nya.

  • 1. Lencana Putih (Santri)
  • 2. Lencana Kuning (Santri)
  • 3. Lencana Merah (Santri)
  • 4. Lencana Biru (Santri)
  • 5. Lencana Coklat (Asisten Pelatih)
  • 6. Lencana Hitam (Pelatih atau Anggota Tetap)

Daftar Ketua Umum Pencak Silat Pagar Nusa dari Masa ke Masa

Sejak awal berdiri, Pagar Nusa telah memiliki 5 ketua umum dari masa ke masa. Berikut daftar ketua umum Pagar Nusa dari dulu hingga sekarang.

1. KH. A. Maksum Jauhari, periode 1986- 2003.

2. Dr. KH. Suharbillah, periode 2003-2007.

3. Drs. KH. Fuad Anwar, M.Si, periode 2007-2012.

4. KH. Aizzudin Abdurrahman, periode 2012-20017.

5. Muchammad Nabil Haroen, S.Sos.I, s.Pd., 2017-2022 (Sekarang).

Seiring berjalannya kepemimpinan para ketua umum tersebut, kini pencak silat Pagar Nusa terus berkembang dengan 3 juta anggota yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. 

Tinggalkan komentar